Tampilkan postingan dengan label Politics. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politics. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 April 2012

Ultimatum Korut: Korsel Minta Maaf atau Hadapi Perang!

0

AP Seorang pria Korea Selatan menonton file video dari peluncuran rudal Korea Utara di Seoul. Peluncuran roket Korea Utara itu berujung kegagalan pada Jumat (13/4/2012) pagi. Roket tersebut pecah berkeping-keping di atas Laut Kuning.
SEOUL, KOMPAS.com — Korea Utara menuntut permintaan maaf dari Korea Selatan atas yang disebutnya "penghinaan" selama masa perayaan hari kelahiran pendiri negara itu, Kim Il-sung beberapa waktu lalu. Jika Korea Selatan (Korsel) menolak meminta maaf, maka negara itu harus siap menghadapi "perang suci".

Korea Utara (Korut) menggelar perayaan besar-besaran untuk memperingati 100 tahun "Hari Matahari", hari kelahiran Kim Il Sung, pendiri negara itu, yang jatuh pada Minggu (15/4/2012).

Peluncuran roket pada Jumat (13/4/2012) seharusnya menjadi puncak perayaan tersebut. Namun, roket itu meledak hanya dua menit setelah diluncurkan.

"Rezim boneka para pengkhianat harus segera meminta maaf atas kejahatan serius dengan mencemarkan perayaan Hari Matahari," demikian pernyataan bersama Pemerintah Korut, partai berkuasa, dan berbagai kelompok sosial, yang disampaikan pada situs kantor berita negara itu, Kamis (19/4/2012).

Jika tidak, maka rakyat dan militer Korut "akan melepaskan amarah luar biasa dan menggelar perang suci pembalasan untuk membinasakan para pengkhianat di tanah ini".

Ancaman itu merupakan respons pernyataan Presiden Korsel Lee Myung-bak dan media-media konservatif negara itu. Mengomentari peluncuran roket yang gagal itu, Lee mengatakan bahwa biaya peluncuran roket yang diperkirakan mencapai 850 juta dollar AS itu seharusnya bisa digunakan untuk membeli 2,5 juta ton jagung untuk memberi makan rakyat Korut yang kelaparan.

"Pengkhianat Lee Myung-bak memimpin ketika melontarkan umpatan selama masa perayaan," bunyi pernyataan Korut.

"Itu penghinaan tak terampuni terhadap pemimpin, sistem, dan rakyat kita; dan sebuah provokasi jahat yang memicu kemarahan besar di kalangan rakyat."

Pemerintah Korut berkali-kali menuntut permintaan maaf dari Korsel atau menghadapi perang sejak pemimpin mereka, Kim Jong-il, meninggal pada Desember 2011. Di bawah kepemimpinan Kim Jong Un, putra Kim Jong Il, negara komunis itu terus menunjukkan permusuhan dengan Korsel.

Korut mengatakan, roketnya bertujuan untuk meletakkan roket damai ke orbit. Namun, Amerika Serikat dan negara-negara lain menyebut langkah itu merupakan uji coba untuk peluncuran rudal jarak jauh yang dilarang di bawah resolusi PBB.

Washington juga menyebut peluncuran roket itu sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan bilateral AS dengan Korut. AS kemudian menangguhkan rencana pengiriman bantuan pangan.

Pemerintah Pyongyang juga memperingatkan soal pembalasan, dan menuduh AS menunjukkan sikap permusuhan. Korut tidak menyebut bentuk pembalasan itu. Sejumlah pakar meyakini, tindakan itu berupa uji coba nuklir. Namun, pakar lainnya memprediksi bahwa pembalasan itu berwujud serangan perbatasan dengan Korsel. 
 

Read more

Selasa, 24 April 2012

Kematian 3 TKI Banyak Kejanggalan, Pemerintah Kirim Tim ke Malaysia

0


24/04/12
Jakarta Kematian tiga TKI asal NTB di Malaysia mengandung banyak kejanggalan, salah satunya dugaan pengambilan organ tubuh. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) pun mengirim tim khusus ke negeri jiran itu untuk mengumpulkan informasi terkait kasus tersebut.

"Bahkan pagi hari ini saya memutuskan untuk mengirimkan tim khusus dari jakarta, dari Kemenlu, untuk bergegas ke Malaysia untuk meminta informasi yang cukup dan menyeluruh mengenai masalah ini," ujar Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa di Kemenlu, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Selasa (24/4/2012).

Kemenlu, kata Marty, juga telah menghubungi salah satu anggota keluarga korban dan menyampaikan duka cita dan keprihatinan atas kematian korban.

"Dan kepedulian kita tentang apa yang terjadi dan menegaskan tekad pemerintah untuk memberikan bantuan, termasuk jika keluarga memutuskan meminta autopsi ulang," jelasnya.

Marty juga menegaskan, pemerintah Indonesia tidak bisa menerima adanya tindakan-tindakan yang tidak mematuhi proses hukum dan tindakan semena-mena yang menyebabkan 3 TKI meninggal.

"Oleh karena itu kita mengharapkan dan meminta pemerintah Malaysia untuk memberikan penjelasan yang utuh tentang apa yang telah terjadi. Dan kedua untuk menghapus segala dugaan tentang kemungkinan diambilnya organ tubuh dari para almarhum," pungkas Marty.


(fiq/rmd)

Read more

Senin, 23 April 2012

Syarat Hakim: Kepala, Tangan, Wajah, Hati dan Darah Harus Dingin

0


Jimly Assiddiqie (ari saputra/detikcom)
 
Jakarta Memilih hakim agung bukan perkara gampang. Apalagi di tangan para "Wakil Tuhan" ini semua perkara keadilan di Indonesia akan diputus. Oleh sebab itu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie, memberikan syarat hakim harus memiliki '5 dingin'. Apa itu?

"Pertama, dia mesti rasional, jadi kepalanya mesti dingin," kata Jimly di sela-sela menjadi panelis dalam wawancara terbuka calon hakim agung di Komisi Yudisial (KY), Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (23/4/2012).

Dingin yang kedua adalah hakim harus bertangan dingin yang berarti profesional. Ketiga, hakim harus berwajah dingin. "Itu penting, supaya tidak kelihatan apa ide yang ada di balik kepalanya itu. Jangan kelihatan sama orang," papar Guru Besar FH UI ini.

Dingin keempat yaitu berhati dingin. Artinya hakim tidak mudah dibujuk rayu dan tidak marah apabila dikritik orang atau dipuji menjadi mekar hidungnya.

"Yang kelima, hakim yang baik itu harus berdarah dingin kalau sudah membuat keputusan. Kalau membuat keputusan harus kejam. Nah sementara ini belum menemukan nih saya dari 3 peserta," ungkap Jimly. Ketiga orang yang dimaksud adalah I Ketut Gede, Made Rawa Aryawan dan Andreas Don Rade.

Menjadi hakim tidak butuh pengetahuan semata tetapi butuh kebijakan dan perilaku yang mulia. Karena itulah maka hakim dipanggil 'Yang Mulia'.

"Karena kita membutuhkan hakim agung yang bukan hanya pengetahuannya yang luas tetapi juga punya integeritas, punya wibawa. Jadi tidak hanya sekadar pengetahuan. Tapi kalau pengetahuannya juga kurang, ya repot jugalah. Kita lihat dari pengalamannya, kemampuannya me-manage," ujar mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini.

Read more

Jumat, 25 November 2011

Jika Serang Iran, Israel Dikepung dari Tiga Sasaran

0

 
REPUBLIKA.CO.ID, Pejabat senior militer Iran menilai perisai rudal yang ditempatkan AS maupun rezim Zionis di kawasan untuk melindungi Tel Aviv tidak akan memadai untuk menghalau serangan rudal Iran ke arah Israel.
"Perisai rudal yang mereka tempatkan di Turki, Irak, Kuwait, Qatar, Bahrain dan Uni Emirat Arab tidak akan bisa menghalau semua rudal Iran," kata Brigadir Jenderal Yahya Rahim-Safavi, Rabu (23/11) seperti dikutip ISNA.
"Mereka mungkin dapat mematahkan beberapa rudal kami, tetapi jumlah rudal kami sangat besar sehingga mereka tidak akan dapat mampu menghadapinya," tegas penasehat militer senior Pemimpin Revolusi Islam  Iran.
Komandan militer Iran itu menambahkan bahwa semua orang Israel berada dalam jangkauan rudal Iran.
Mengacu pada ancaman terbaru Israel terhadap Iran, Rahim Safavi mengungkapkan bahwa Israel tahu jika mereka memulai perang dengan Iran, maka akan diserang dari tiga sasaran: Iran, Lebanon selatan dan Hamas.
Dalam beberapa pekan terakhir Israel telah memperbaharui retorika agresifnya terhadap Iran. Pada hari Senin, Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak mengancam bahwa opsi militer terhadap Iran telah tiba waktunya.

Presiden Israel Shimon Peres (6/11) mengancam bahwa serangan terhadap Iran menjadi "sangat mungkin."
Para pejabat Iran akan respon menghancurkan setiap serangan militer terhadap negara itu, dan memperingatkan bahwa setiap tindakan semacam itu bisa mengakibatkan perang yang akan menyebar di luar Timur Tengah.
Wakil Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran Brigadir Jenderal Gholam-Ali Rasyid Ahad (20/11) mengatakan Tehran akan menyerang semua situs militer dan nuklir Israel jika Tel Aviv melakukan tindakan bodoh menyerang fasilitas nuklir Iran.


sumber : http://id.berita.yahoo.com/jika-serang-iran-israel-dikepung-dari-tiga-sasaran-002025952.html

Read more

 
Design by ThemeShift | Bloggerized by Lasantha - Free Blogger Templates | Best Web Hosting